Thursday, February 13, 2020

Dari golongan mayoritas yang radikal

Akhir-akhir ini dunia banyak dirundung masalah dan konflik.
Belum usai konflik antara Israel dan Palarstina, muncul konflik antara Turkey dan Suriah dan yang terbaru muncul konflik antara Amerika serikat dan Iran.
itu baru beberapa contoh konflik.
Belum lagi makin seringnya dunia diserang virus-virus baru seperti MERS,SARS dan yg terbaru di 2019 lalu ada CORONA yg entah kenapa dan darimana lahirnya virus ini biarlah orang-orang yang pintar saja yang tau itu, saya tidak ingin membahasnya disini, yang ingin saya bahas adalah tentang permasalahan yang kini sedang ada di negri ini.
     Jujur, aku tersenyum sinis sembari berkata;bodoh dan lucu, lebih lucu dari badut.seakan-akan mereka sedang ber stand up comedy tapi menggunakan panggung negri ini.
Bagaimana tidak saya berfikir begitu melihat kaum mayoritas ketakutan tak beralasan melihat kaum minoritas.
entah apa yang mereka takutkan akupun tidak tau.padahal jika ditelisik secara seksama justru golongan mayoritas ini jauh lebih barbar daripada kaum minoritas itu sendiri.
Bagaimana saya tidak mengatakan bar-bar, coba kita lihat contoh-contohnya.
1.Gereja sudah ber izin di Karimun Riau  dipermasalahkan dan didemo, bahkan pemerintah dipaksa untuk mencabut izinnya hanya dengan alasan karena berdiri persis di samping kantor pemerintahan daerah itu, sangat memprihatinkan dan sangat tak logis alasan itu.
2.Perayaan Hari besar Natal bersama dilarang dilaksanakan di Dharmasraya sumatera barat dengan dalih sudah jadi kesepakatan bersama sebelumnya, padahal kesepakatan bersama yang dipaksakan juga sebenarnya, sangat tidak logis jemaat gereja mau sepakat untuk tidak melaksanakan perayaan natal kalau tidak karena dipaksa sepakat dan setuju.
3.Fji protes karena ada banyak gereja berada didalam mall.
sebagai catatan,memang gereja-gereja banyak yang berada di tengah mall besar.
itu karena susahnya mengurus izin mendirikan gereja,bukan karena lahan dan duit yang tidak ada, tapi memang selalu diusili hingga izin mendirikan bangunan tak diberikan. Tapi alasan protes karena Gereja berada di mall sangat-sangat idiot dan entah apa merasuki otaknya sehingga tidak bisa terima bila Gereja berada di mall.
Pemilik saja mengizinkan tapi justru mereka yang protes.
4.Razia atribut natal. ini lagi yang amat teramat sangat lucu dan bodoh bila difikir pake otak waras. Saya tidak tau, orang-orang ini berfikirnya pake otak atau pake dengkul.
   Dari empat contoh diatas saja sudah dapat disimpulkan betapa bar-barnya kaum-kaum ini tetapi anehnya mereka ini sanggup tanpa malu dan tanpa merasa berdosa mengklaim bahwa mereka adalah pemeluk Agama suci dan pemilik sorga.
Pertanyaan benak saya, apakah sorga bisa damai jika orang-orang berfikiran cetek ini yang menghuninya...???
senyum sinis lagi gue nih....!!
Tidakkah mereka pernah sejenak saja berfikir bahwa mustahil kaum minoritas di negri ini anak-anak iblis sebab hidup dan cara berperilaku mereka jauh lebih mencintai perdamaian daripada mengusili hidup orang lain.
Atau tak taukah mereka ini bahwa kaum minoritas ini hanya minoritas di negri ini saja tapi kalau dimuka bumi mereka ini mayoritasnya.
   Sebagai pertimbangan harusnya mereka ini melihat bahwa dinegri mayoritas gerejapun tak ada keributan dan peperangan seperti dinegri ini dan di Timur tengah. negri mayoritas gereja seperti di Europa,Amerika,Australia ditiga benua ini ada ratusan negara mayoritas gereja dan tak ada di sana peperangan dan penindasan rakyat minoritas, lalu apa mungkin para mereka ini yang menghuni neraka...?? Waw... Baru aku tau, nantinya neraka lebih damai daripada surga.
Mari kita senyum sinis.

Berikut contoh video ancaman dari kaum calon pewaris surga itu untuk Kepolisian Republik Indonesia.

Mohon maaf downloadnya hanya bisa lewat UC BROWSER, tapi dengan klik "download video"pun anda sudah diarahkan ke Lin download UC browser, lanjutkan saja jika anda setuju.
Dan berikut ini adalah video kaum barbar tolol Download disini ingat untukdowload
video rekaman aksi demo di Karimun Riau ini juga harus pake UC BROWSER.

No comments:

Post a Comment